3.10.2019

Book Review: The Deal (Off-Campus #1) by Elle Kennedy

Synopsis:

She's about to make a deal with the college bad boy...

Hannah Wells has finally found someone who turns her on. But while she might be confident in every other area of her life, she's carting around a full set of baggage when it comes to sex and seduction. If she wants to get her crush's attention, she'll have to step out of her comfort zone and make him take notice... even if it means tutoring the annoying, childish, cocky captain of the hockey team in exchange for a pretend date.

...and it's going to be oh so good.

All Garrett Graham has ever wanted is to play professional hockey after graduation, but his plummeting GPA is threatening everything he's worked so hard for. If helping a sarcastic brunette make another guy jealous will help him secure his position on the team, he's all for it. But when one unexpected kiss leads to the wildest sex of both their lives, it doesn't take long for Garrett to realize that pretend isn't going to cut it. Now he just has to convince Hannah that the man she wants looks a lot like him.

Review:


To be honest, i have such a HUGE expectation on these books. People keep recommend it to me and i was like 'it has to be so good' not to mention these includes some hockey player, which i usually like. Tapiiii, i have to admit i kinda disappointed with the first book. I enjoy reading it sampe pertengahan –nope sampe bagian mau ke akhir mungkin sekitar 3/4 novelnya.

Ini buku pertama dari tetralogi Off-Campus by Elle Kennedy. Buku ini pake dua sudut pandang, POV Hannah (main female character) sama POV Garret (main male character). Ceritanya dimulai dari sudut pandang si Hannah Wells yang dapet nilai A di salah satu subjek disaat temen-temennya yang lain pada dapet nilai dibawah B. Hannah disini suka sama cowo anak football namanya Justin. Hannah ini bukan tipikal cewe famous, dia ambil jurusan musik dan dia ngerasa nyaman dengan dunianya sampe ketika Justin ini pindah ke kampusnya dia. Hannah disini ceritanya naksir berat sama Justin yang digambarin p e r f e c t sama Kennedy. Chapter selanjutnya ditulis dari sudut pandang Garret Graham, cowo pemain hockey yang keren abis. Tipe cowo yang ngedip aja bisa dapetin cewe manapun. He has it all. Money, fame, looks, brain, friends. Sampe satu ketika dia dapet nilai C di salah satu subjek. karena dia hockey player, dia gamungkin banget santai-santai aja dengan nilai C, which is failed. Nah mulai disini mereka ketemu.

Si Garret ceritanya lagi frustasi abis karena nilainya, terus dia gak sengaja ngeluarin audible groan, which makes Hannah jerk in surprise. Si Garret sadar ada yang kaget, nengoklah dia dan ngeliat si Hannah. Tapi disini Garret gak kenal sama Hannah. Dia baru sadar Hannah exist setelah si Hannah kaget. Disini digambarin kalo Garret check on her karena menurut Garret, Hannah ini 'A helluva lot cuter' dari apa yang sebelumnya Garret liat. Not to mention pretty face, dark hair, and smokin' body. Typical cowo-cowo player. Sampe akhirnya di satu situasi si Garret sadar kalo Hannah ini dapet nilai A di subjek yang dia gagal tadi. Dari sini si Garret akhirnya ngejar Hannah untuk jadi tutor dia biar dia bisa pass remedial testnya.  Si Hannah yang tadinya ngotot gak mau akhirnya luluh dengan satu kondisi yang cukup menguntungkan buat dia. Little did they knew they'll fall for each other.

Plotnya asik sih, not to fast not to slow. Yang paling penting gak back and forth. Kennedy gambarin kisah mereka dengan cara yang unik, jelas, and quiet steamy. Mungkin emang khasnya Kennedy kalo bikin novel tuh ada unsur sexualnya but too be honest, i quite uncomfortable reading it. Makanya ini harus 17+ sih pembacanya. Walaupun dibanding seriesnya yang Out of Uniform ini emang gak separah itu, but fuck if it doesn't make me hot in certain way. Gaya bahasanya 100% kusukakkk, bener-bener relate sama young-adult. Yang gue suka disini bener-bener dijelasin kalo si Garret suka sama Hannah dari sebelum Hannah agree to sleep with him. Jadi ini bukan typical cerita yang jatuh cinta karena sex. Physical attraction? yes, tapi at least si Garret gak yang minta 'jatah' keseringan terus jadi suka. Bukunya juga gak yang terlalu tebel atau terlalu tipis, standar untuk ukuran novel yang ceritanya cenderung light. Kennedy juga sangat baik dalam menggambarkan ceritanya, sampe gue bisa ngebayangin latarnya baik tempat maupun emosi dari para karakternya.

Ada beberapa awkward moment disini, salah satunya pas si Hannah ask Garret for having sex with her, geez i had to cringe while typed this. Emang ceritanya disini si Hannah punya pengalaman buruk soal sex karena satu hal yang kalo gue sebutin jadi spoiler parah. Tapi entah pas baca part dimana one kiss lead to another things gue agak kaya mikir 'kok maksa ya?' karena menurut gue dengan mengangkat genre romance, itu love scene gak ada romantis-romantisnya. Emang sih mereka gak ojok-ojok langsung have sex cuma tetep aja cringe.

Garret tokoh yang asik banget sih. Dia punya jiwa pemimpin, keliatan dari cara dia lebih dominan dalam ngambil keputusan di team-mates dia di hockey. Garret juga orang yang kocak abis dan faithful. Dia buka tipe cowo-cowo yang kalo marah bentak-bentak dll, ada satu konflik dimana dia karena marah terus cabut tapi pas liat Hannah nyamperin dia (situasinya lagi winter) si Garret berhenti langsung ngomel karena Hannah keluar cuma pake syal takut masuk angin katanya. Jujur gue baca novel ini i begin to love him, if only he really existed i would love him. Garret tipe cowo yang kalo sayang udah sayang banget dah galiat kemana-mana lagi. Dia juga tipe cowo yang gak pacaran. Hooking up? sure tapi dia ogah kalo harus mulai hubungan serius sama orang. I always find this type of story (cowonya gamau pacaran tapi akhirnya luluh karena terlanjur sayang sama cewenya) flattering. Garret juga pantang nyerah banget orangnya, walaupun dia bilang emang semua pemain hockey itu pantang nyerah. Tapi jelas aja si Garret punya kelemahan, despite how rich he is, bapaknya sinting. Sinting disini dalam artian abusive, muka dua dan maruk. Tapi dia kayanya 1 banding 500 orang dari keluarga broken yang bisa survive jadi manusia. Karena kayanya kekurangan dia cuma dia suka tidur sana sini tapi dari awal sampe akhir dia punya kepribadian yang T O P because i found myself had a crush on him.

Hannah tipe cewe yang cewe banget. Dia kerja sambil kuliah. Suaranya juga bagus, kalo kata Garret suaranya Hannah tuh 'chill' banget. Tapi bukan jenis suara yang put people into sleep. Mungkin mirip-mirip suaranya Hillary Scott vokalisnya Lady Antebellum kali ya? Digambarin di buku si Hannah ini cantik dan hot af. Dia juga bukan tipe cewe lemah yang kalo ditindas diem aja. Ada scene dimana dia ribut sama duet partnernya dia buat winter showcasenya. Sejujurnya, gue suka banget sama cewe model Hannah. Hell gue bener-bener ngeship mereka (Hannah-Garret) di buku ini. Sesempurna apapun gambaran Justin menurut hannah –karena menurut Garret si Justin ini brengsek banget, gue tetep ngeship Hannah sama Garret karena menurut gue cocok aja gitu. Mungkin lo harus baca sendiri supaya tau maksud gue cocok tuh gimana. TAPI... gue gak suka sama Hannah setelah 3/4 novel ini. Asli. Ada konflik yang membuat Hannah ini mundur dan akhirnya mereka putus. Konflik cliche yang, yaelah, kalo aja Hannah mau ngomong sama Garret mereka gak akan putus dan buang-buang waktu. Gue gak tau ada apa dengan orang yang kalo ada masalah langsung ambil keputusan sendiri, tapi gue bener-bener kesel banget baca 1/4 cerita terakhir. Please, ini jadi kek sok pahlawan gitu Hannahnya. I know you love him that much but you break his heart. Gue gak mikir si Hannah harus bodoamat sm threat dr pihak ketiga tapi maksud gue bisa gaksi lo omongin dulu dan jujur aja gitu ke cowo lo. Toh lo pacaran sama Garret bukan sama pihak ketiga ini jadi harusnya lo mengomunikasikan 'masalah' ini ke Garret ya gaksi? Huft kesal, sukanya menyimpulkan sendiri.

Cara mereka balikan juga gak banget asli. Ada satu scene dimana si Hannah kek cewe yang kesepian terus nelfon cowonya Allie, yang notabenenya sahabat si Hannah. Terus karena si Garret yang galau abis dia jadi melakukan hal inappropriate yang gue pas baca kaya 'apaansi?!'. Di akhir mereka emang jadian lagi dan walaupun gue sempet sebel sebelum endingnya tapi gue tetep suka secara keseluruhan sama buku satu ini.


Anyway, i'll rate 8.5/10 for this book dengan alasan akhirannya yang gue agak apaansi.